Pantai Pangandaran, Jawa Barat adalah tempat terakhir yang kami tuju dalam road trip lintas selatan Jawa Barat. Namanya juga lokasi terakhir, jadi sesuai peta, ini penjelajahan kami yang terjauh selama seminggu jalan-jalan. Pangandaran terletak gak jauh dari perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di postingan sebelumnya saya udah ceritain jauhnya Pangandaran dari Depok ataupun Jakarta. Cukuplah bikin pantat panas pinggang pegel kalau perjalanannya nonstop. Cara paling gampang dan murah adalah lewat jalan darat. Kalau naik kendaraan umum saya sarankan naik bus langsung. Banyak kok bus ke sana. Dari terminal Depok ada Bus Budiman yang bisa dinaiki menuju Pangandaran.
Pantai Pangandaran: Snorkeling, Cagar Alam, dan Ikan Asin
07:09:00Puas di Pantai Batu Karas
01:34:00Pantai Batu Karas menjadi salah satu pantai tujuan wisata di kawasan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dari kompleks wisata Pantai Pangandaran, jaraknya sekitar 33 kilometer. Berbeda dengan Pantai Pangandaran yang rame banget, di sini suasana tenangnya masih terasa. Meski demikian, penginapan, cottage, homestay juga banyak.
Suasana di Batu Karas mengingatkan saya pada Bali. Banyak turis bule. Pantai Batu Karas, memang terkenal di kalangan surfer manca negara. Gak heran, waktu pagi-pagi kami sekeluarga ke sini, banyak banget yang main selancar, sebagian besar turis luar negeri.
Berbeda dengan karakter pantai selatan lainnya, ombak di Batu Karas tidak datang dengan deras. Pantainya juga landai, miriplah sama Pantai Kuta Bali, tapi dengan skala yang lebih kecil. Kalau biasanya saya waswas melepas Lana dan Keano bermain air di kawasan pantai selatan, di sini justru tenang banget. Mungkin karena pantainya dikelilingi teluk. Dan yang paling meyenangkan, ombaknya nyaman banget buat berselancar serta bersih dari sampah. Lana dan Keano masing-masing asik bermain bodyboard. Sementara, keluar sedikit dari teluk keliatan bule-bule asik menunggu ombak untuk surfing beneran.
Dari seluruh pantai jalur selatan Jawa Barat yang saya datangi, Batu Karas yang paling membuat jatuh cinta. Sayangnya, menuju ke sini bener-bener harus melalui perjalanan darat yang panjang dari Jakarta. Kalau lancar di perjalanan butuh waktu 8 hingga 9 jam dari ibu kota ke pantai ini. Kebayang kan kalau surfer manca negara mau ke sini, mereka memang harus niat banget menempuh perjalanannya. Tapi kalau buat yang suka jalan, Batu Karas atau Pangandaran hitungannya masih enteng lah. Jalanan sudah bagus, dan lebih dekat dibandingin harus ke timur Indonesia.
Bandara kecil sih sudah ada sebenernya. Nama bandaranya Nusa Wiru. Tapi yang bisa ke sana baru pesawat-pesawat kecil dan jadwal terbangnya juga nggak setiap hari.
Sementara buat kami, Batu Karas masuk dalam itinerary Road Trip Jalur Selatan Jawa Barat. Jadi, jalur perjalanannya gak nembak langsung dari Jakarta. Kami, mampir dulu ke mana-mana. Dan, untuk kategori pantai, Batu Karas ini bisa dibilang jadi puncaknya jalan-jalan kami menyusuri pantai selatan Jabar.
Makanya, mumpung bisa singgah, dipuas-puasin main airnya. Sampai gosong kulit muka dan seluruh badan. Pantai Batu Karas ini sudah pasti 'surga' banget buat Lana dan Keano. Dua bocah ini bolak balik nggak ada capeknya main ombak. Loncatin ombak, nabrak ombak, nyelem, lari-lari, meluncur, berenang sambil digendong, dan segala macam gaya tersalurkan di pantai ini.
Kalau gak inget siangnya mesti ke Cukang Taneuh alias Green Canyon, bisa seharian kita di sini tanpa merasa bosan. Sewa bodyboard juga murah, kalo nggak salah sekitar 20 ribu seharian. Kalau papan surfing, harga sewanya sekitar 100 ribu rupiah.
Waktu kami ke Batu Karas, selain dominasi turis bule, ada sih beberapa rombongan kecil wisatawan lokal. Tapi kebanyakan cuma di pinggir, ngadem di bawah pohon. Emang enak sih tidur-tiduran di pantainya. Tapi kalau buat saya, terlalu sayang pantainya kalau cuma dibuat tidur-tiduran hehehe..
Lain kali kalau ada umur dan rezeki, saya gak kapok ke sini lagi, walau harus menempuh perjalanan jauh. Banyak tempat nginep cantik yang pengen saya coba juga kalau ada kesempatan lagi.
Green Canyon: Wisata Ekstra, Penyegar Otak dan Mata
19:48:00Green Canyon atau Cukang Taneuh di Pangandaran, Jawa Barat, bukan nama asing buat saya. Selama kerja di TV, berkali-kali saya liat hasil liputan ke sana. Gak cuma sekedar liat, ngedit naskah soal jalan-jalan ke Cukang Taneuh, dengan beragam angle, pernah beberapa kali juga. Jadi, meskipun belum menginjakkan kaki ke ngarai legendaris ini, saya berasa udah kenal banget tempatnya. Sebelum memulai road trip jalur selatan Jawa Barat saya memang belum sekalipun ke Cukang Taneuh. Tapi saking familiarnya saya berasa sudah pernah masuk-masuk ke dalamnya. Dahsyat banget memang liputan teman-teman, berikut naskah-naskah yang saya edit, sehingga bisa memanipulasi pikiran hahaha..
Kenyang Pantai plus Green Canyon (Road Trip Lintas Selatan Jabar #3)
20:58:00
Laut, pantai,
dan jalur selatan Jawa, ibaratnya seperti saudara, selalu bersama. Kalau lewat jalur selatan, ya pasti dapat pantai atau laut selatannya juga. Termasuk
di selatan Jawa Barat. Di sini, pantainya juga keren-keren. Sebut saja pantai
Pangandaran, yang sudah kesohor dari dulu. Jaman masih sekolah, bukan sekali
dua kali saya ke Pangandaran. Kadang touring
naik motor, atau nebeng mobil orang. Tapi biar kata sudah sering ke
Pangandaran, ternyata pantai di selatan lainnya malah kelewatan. Dan jalur
selatan Jabar, dulu gak pernah sekalipun dilintasin. Seolah-olah Santolo, Ranca
Buaya, atau Pameungpeuk Garut dan sekitarnya itu jauh banget, terpencil. Makanya
begitu ada waktu, lintas selatan Jabar masuk di urutan teratas buat jalan-jalan ajak anak.
Road Trip Lintas Selatan Jawa Barat (1)
05:32:00
Akhirnya lunas juga. Sebagai
orang yang gak jauh-jauh dari Jawa Barat, lahir dan besar di Bandung, dan
sekarang tinggal juga di Depok yang masih Jabar, rasanya ada yang kurang, begitu
lihat peta dan jalur jalan yang pernah dilewati. Biasanya keluar dari Depok atau
Jakarta, kalau ke arah timur, jalur yang sering dipakai mudik dan jalan-jalan, adalah
jalur pantura. Plus tol Cipali kalau belakangan ini. Atau sering juga lewat jalur
selatan, yang sebenarnya adalah jalur tengah Jabar (Jakarta-Bandung-Nagreg-Tasik-Ciamis-Banjar).













