Islam adalah agama minoritas di Hong Kong. Sebagian besar orang Hong Kong merupakan etnis Tionghoa dan memeluk agama Budha, Kong Hu Cu ataupun kepercayaan Tao. Meski begitu, bukan berarti nggak ada masjid di negeri bekas koloni Inggris ini. Berbeda dengan Cina daratan, Hong Kong menjamin kebebasan beragama dan menjalankan ibadah bagi setiap warga yang berada di wilayahnya. Toleransi beragama di negeri ini cukup besar. Di mana penduduknya sangat menghargai perbedaan yang dimiliki masing-masing.
Masjid Kowloon Hong Kong: Masjid di Tengah Kawasan Favorit Traveler
00:36:00Kuliner Hong Kong: Makan Enak, Unik dan Halal
23:44:00Ini cerita soal menjajal makanan di Hong Kong. Gak cuma cari makanan enak, tapi juga halal. Mesti sedikit usaha untuk mencari makanan halal di bekas negara koloni Inggris ini. Soalnya, dari banyak banget pilihan makanan yang menarik dan menggoda iman, gak semuanya "aman" dimakan.
Jalan Jajan di Causeway Bay Hong Kong
08:06:00Basecamp kedua kami selama di Hong Kong ada di Causeway Bay. Lokasinya di Pulau Hong Kong. Ini tempat favorit saya selama di sana. Kawasan belanjanya enak dilihat. Penuh barang branded. Orang-orang yang seliweran juga kece-kece penampilannya. Kami menginap di kawasan Fashion Walk. Lebih lengkap soal Fashion Walk ada di link ini
Kowloon: Wisata Mata yang Bikin Sehat Raga dan Dana (Hong Kong Day #2)
08:03:00Hari kedua di Hong Kong, kami masih bermarkas di Kowloon, tepatnya di Jordan. Setelah sebelumnya kami eksplor Kowloon via Nathan Road sampai Victoria Harbour, dan berakhir di Temple Street Night Market. Hari ke dua ini rencananya akan ke Lantau Island dengan Disneyland dan Ngong Ping-nya. Tapi di antara itu, tetep akan manfaatin waktu --terutama pagi dan malam hari-- buat nengokin spot menarik di Kowloon yang belum kejamah. Di antaranya area Waterfront Promenade, Ladies Market dan Sneaker Street. Jalan-jalan santai sekitaran Jordan, Victoria Harbour Tsim Sha Tsui, sampai ke Mongkok
Kowloon: Jalan Kaki, Star Ferry, dan Nikmatnya Kari (Hong Kong Day #1)
19:37:00Jalan-jalan ke Hong Kong kami mempunyai waktu sekitar lima hari buat mengeksplor negeri bekas koloni Inggris ini. Itu di luar perjalanan, jalan-jalan ke Makau, dipotong Shen Zhen, dan transit maksimal di Kuala Lumpur. Dengan waktu segitu, kami membagi dua wilayah buat dijadiin home base. Kowloon dan Causeway Bay--atau Pulau Hong Kong. Untuk awal, kami pilih Kowloon jadi home base dan daerah edar kami selama dua hari pertama di Hong Kong.
Naik Star Ferry dan Peak Tram ke Victoria Peak Hong Kong
18:32:00Victoria Peak atau biasa disebut The Peak adalah tempat untuk memandangi Hong Kong dari ketinggian. Jadi, kalau jalan-jalan ke negeri bekas koloni Inggris ini, jangan lupa buat mampir ya. Gak lengkap soalnya kalau main ke Hong Kong, tapi gak foto-foto di The Peak. Dijamin cakeplah pemandangannya.
Hong Kong Trip 2016, ...tahun 2017 bagaimana?
16:51:00
Trip
Hongkong dan sekitarnya di Tahun 2016 kemarin selalu jadi trip yang spesial
buat kami. Perjalanan seminggu keliling Hong Kong, Shen Zhen, Macau, dan KualaLumpur sepertinya jadi pelesiran yang sempurna buat kami. Sepanjang perjalanan anak-anak
selalu ceria, sehat-sehat, dan itinerary juga relatif lancar. Menyenangkan, terutama karena Hong Kong dengan Disneylandnya memang salah satu bucketlist-nya
Lana.
Makau Episode 1: Perpaduan Budaya Cina dan Eropa yang Membuat Lapar Mata
17:05:00Kalau bukan karena sekalian ke Hong Kong, mungkin saya gak pernah menginjakkan kaki ke Makau. Apalagi kalau niatnya jalan-jalan bawa anak. Setidaknya itu yang ada di kepala, ketika merancang trip kali ini. Soalnya bayangan saya tentang Makau cuma wisata ke tempat-tempat kasino. Julukannya aja udah Vegas dari Timur. Jadi, kalau gak punya banyak uang dan gak minat juga jadi gambler, Makau bukanlah tujuan. Tapi... ada tapinya nih, begitu sampai ke sana, Makau ternyata nggak segitunya membosankan seperti yang saya kira.
Jalan-jalan Impian di Disneyland Hong Kong
18:23:00Ocean Park: Segar Ceria di Wahana Laut dan Bukit Hong Kong
05:10:00Sebelum suami mengajukan itinerary, saya nggak tahu kalau di Hong Kong ada Ocean Park. Yang saya tau, Ocean Park itu waterpark di kawasan Serpong hehehe.. Jadilah kemudian browsing-browsing. Dan yess.. langsung ok, tempat ini cocok buat ngajak Lana dan Keano jalan-jalan. Sebuah theme park yang menyatu dengan akuarium laut raksasa macam Sea World. Lengkaplah buat pengalaman mereka. Seneng-senengnya dapat, edukasinya juga nggak ketinggalan.
Shen Zhen: Wisata Belanja dan Cuci Mata
12:29:00Mampir ke Kota Shenzhen, adalah godaan yang sulit ditolak kalau kita plesiran ke Hong Kong. Deket banget dan bisa ditempuh dengan kereta MTR dalam waktu kurang lebih 1 jam. Shenzhen udah masuk wilayah Cina daratan. Tepatnya ada di Provinsi GuangDong, Republik Rakyat Cina. Dari Hong Kong, mesti lewatin pos imigrasi dan bayar visa.
Dim Sum Halal, Kuliner Juara dari Masjid Ammar Hong Kong
13:24:00
Hong Kong dan belanja, kayaknya sudah
identik. Hong Kong dan kuliner, ini masih tanda tanya. Kalau cari tempat
belanja di Hong Kong, banyak seabreg. Cari tempat jalan-jalan atau wisata juga,
sama. Gampang, hampir semua bisa jadi
tempat cuci mata. Tapi kalau nyari makanan enak dan halal, itu agak pe-er. Maksudnya pe-er, karena kita gak bisa ujug-ujug jalan, dan dapat rumah makan halal
kaya di negeri sendiri. Paling nggak kita sebelumnya harus sedikit baca-baca, tanya,
googling dulu.
Ngong Ping Hong Kong: Cable Car, Po Lin Monastery dan Tian Tan Buddha
02:29:00Mengunjungi Hong Kong pada musim semi, kita akan disambut dengan cuaca yang bersahabat. Cahaya matahari gak panas banget, udaranya juga sejuk sehingga mendukung kegiatan jalan-jalan. Yang mesti diwaspadai adalah hujan yang masih sesekali turun. Inilah yang harus kami hadapi ketika mengunjungi Ngong Ping. Gara-gara hujan, eksplorasi tempat cantik ini jadi agak terhambat.
May Day, Minggu Pagi di Victoria Park
15:57:00Mengajak anak traveling memang butuh kompromi. Mulai dari tujuan, kegiatan, hingga jam beraktifitas harus dipertimbangkan lebih matang. Stok cadangan sabar juga mesti banyak. Contohnya, lagi enak-enaknya belanja di night market, si bocah merengek minta balik ke hotel karena ngantuk. Padahal itu kesempatan terakhir belanja, dan yah.. namanya juga night market bukanya pasti malam, pas banget sama jam tidur anak-anak yang udah dari pagi kita ajak jalan-jalan. Solusinya, setelah berbagai alasan serta sogokan jajan gak lagi mempan, harus ikhlas waktu belanja berkurang.
Rupa Gaya dan Cerita Nginap di Bandara KLIA2 Malaysia
22:57:00
Cerita terminal bandara, pikiran saya langsung nyambung ke film The Terminal karya Steven Spielberg. Film yang dibintangi Tom Hanks dan terinspirasi dari kisah nyata pengungsi Iran Mehran Karimi Nasseri yang selama 17 tahun hidup di terminal bandara Charles de Gaulle Paris (1988-2006). Karena film itu pula, terminal bandara di mata saya jadi lebih ‘bersahabat’ dan menyimpan banyak cerita. Kami memang gak mau seperti Viktor Navorski yang selama sembilan bulan terperangkap di bandara. Atau malah seperti Mehran Karimi dan orang-orang lain yang di berita, terpaksa tinggal di terminal bandara. Kita mah cuma transit, ‘iseng’ buat nambah pengalaman jalan-jalan.
Lesehan Ala TKI Hong Kong (Kuliner dalam Koper)
03:23:00"Ma... itu orang Indonesia ya?" "Iya Nak,"
"Kayak kemarin yang kita ketemu di kereta?" "Iya, Nak. Mereka kerja di sini"
Pagi itu Lana terus bertanya tentang orang-orang Indonesia yang kami temui. Minggu pagi di Victoria Park Hong Kong, orang lokal banyak yang berolahraga. Sementara wajah-wajah Indonesia, dengan bahasa yang kami kenal, mulai ramai berdatangan. Modis..iya banget. Para pekerja, kebanyakan perempuan, dari tanah air, menyesuaikan diri dengan gaya busana sehari-hari orang Hong Kong
Victoria Park sudah masuk dalam itinerary kami, sejak merancang perjalanan ke negeri ex-koloni Inggris ini. Bukan karena keindahan atau keunikan desain tamannya. Tapi sengaja mau lihat dan merasakan suasananya. Victoria Park di Minggu pagi, yang dipenuhi para TKI.
![]() |
| Trotoar sekitar Victoria Park setiap Minggu pagi dipenuhi pedagang makanan Indonesia |
![]() |
| Penjual soto bermodal kompor gas yang dilindungi kardus supaya api terbebas dari angin |
![]() | ||||
| Pilih-pilih makanan matang yang disajikan dalam koper |
![]() |
| Semakin siang suasana semakin ramai |
![]() |
| Makan di pinggir jalan beralas terpal plastik buat lesehan |
![]() |
| Gado-gado ala Victoria Park |
![]() |
| Nasi tumis pepaya muda dan sambal goreng ati ampela |
Penjual makanan kami cerita, dia sudah 20 tahun tinggal di Hong Kong. Sementara pedagang lainnya, memanfaatkan waktu libur disela pekerjaan utama untuk dapat penghasilan tambahan. "Daripada nongkrong-nongkrong gak jelas, Mbak.. mending jualan. Lumayan biar kirim uang ke kampungnya tambah banyak."
Pagi itu kami merasa seperti berada di negeri sendiri. Ditemani canda dan sapaan ramah, menikmati celoteh dan ragam kisah, tentang perjuangan hidup di belantara beton negeri seberang. See you when i see you Mbak....
*****
Seminggu Seru Keliling Hong Kong- Shen Zhen- Macau-Kuala Lumpur
00:38:00
Bulan April adalah bulan yang ditunggu-tunggu. Terutama oleh Keano. Berbulan-bulan Keano nunggu April untuk ngerayain ultahnya. Ngerayain 5 tahun umurnya. Padahal gak heboh juga dirayainnya. Gak ada badut, balon, atau pesta ala di mal. Seperti biasa dari tahun ke tahun, agendanya setelah bangun pagi hanya potong kue yang dibeli instan di toko kue, tiup lilin, dan makan kue ultahnya. Kadang-kadang ada tambahan bikin nasi kuning. Hanya kami bertujuh, sekeluarga plus Eyang, mba Ipah dan tante Puput yang kebetulan lagi datang dari Solo.
April juga bulan ultahnya Lana, ultah yang ke 8. Acaranya pun hampir sama setiap tahunnya. Idem sama di atas, potong kue, tiup lilin, diiringi nyanyi ultah dikit, makan kue, dan gak lupa doa buat kebaikan anak dan keluarga tercinta. Setelah itu, berangkat ke sekolah seperti biasa.
Di luar ultah, bulan April adalah bulan buat kami jalan-jalan. Maksudnya sih biar sekalian hadiah, dan masih satu rangkaian ngerayain ultah Lana Keano. Setelah tahun lalu ke Singapura dan Johor Bahru dengan Legolandnya, kali ini tujuannya adalah Hong Kong dengan Disneyland jadi tujuan utama. Disneyland dan Legoland memang jadi bucket list Lana dan Keano.
Setelah sabar menunggu dan mengikuti slogan pemerintah dahulu; 'Ayo Menabung' dan juga slogan pemerintah sekarang 'Ayo Kerja'... akhirnya kesampaian juga jalan-jalannya. Maklum sampai saat ini hanya mau (dan mampu?) ngejadwalin setahun sekali jalan-jalan ke negeri sebelahnya. Utang jalan di negeri sendiri juga masih banyak.
Di luar ultah, bulan April adalah bulan buat kami jalan-jalan. Maksudnya sih biar sekalian hadiah, dan masih satu rangkaian ngerayain ultah Lana Keano. Setelah tahun lalu ke Singapura dan Johor Bahru dengan Legolandnya, kali ini tujuannya adalah Hong Kong dengan Disneyland jadi tujuan utama. Disneyland dan Legoland memang jadi bucket list Lana dan Keano.
Setelah sabar menunggu dan mengikuti slogan pemerintah dahulu; 'Ayo Menabung' dan juga slogan pemerintah sekarang 'Ayo Kerja'... akhirnya kesampaian juga jalan-jalannya. Maklum sampai saat ini hanya mau (dan mampu?) ngejadwalin setahun sekali jalan-jalan ke negeri sebelahnya. Utang jalan di negeri sendiri juga masih banyak.
Kira-kira seperti inilah itinerary kami di Hong Kong, Shen Zhen, Macau, dan Kuala Lumpur:
Selasa, 26 April 2016
16.30 - 18.45 Taxi (Grab car) ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
20.30 - 23.30 Flight Jakarta - Kuala Lumpur
Rabu, 27 April 2016
(Tujuan: TST, Star Ferry,
24.00-05.00 Tidur di bandara KLIA2, sofa depan Burger King
05.00-06.30 Shubuh dan boarding
07.10-11.05 Flight Kuala Lumpur - Hong Kong
12.00-13.00 HK Airport Naik bis A21, turun di Jordan Kowloon
13.30-15.30 Chek in West Hotel dan istirahat
15.30-17.00 Jalan-jalan di Tsim Sha Tsui, Nathan Road sampai Star Ferry
17.00-18.00 Nyebrang Star Ferry + jalan ke stasiun Peak Tram
18.00-20.00 Peak Tram (antre) + Victoria Peak
18.00-20.00 Peak Tram (antre) + Victoria Peak
20.30-21.00 Balik TST nyebrang ferry + naik bis no 2 ke Jordan
21.00-21.45 Makan malam di Ah Lung Pakistan Halal Food
21.00-21.45 Makan malam di Ah Lung Pakistan Halal Food
21.45-22.15 Temple Street Night Market, balik hotel
Catatan:- Beli octopus card di konter Airport, pintu keluar
- Peak Tram, jalan kaki dari terminal ferry ke St.John's Building Peak Tram Station
- Avenue Star sedang direnov. Tapi Garden of Stars masih ada dan buka
- Ah Lung Pakistan Halal Food dan Temple Street dekat hotel, beda gang doang
- Ah Lung Pakistan Halal Food dan Temple Street dekat hotel, beda gang doang
Kamis, 28 April 2016
(Tujuan: TST, Ngong Ping 360, Disneyland, Ladies Market + Sneaker street)
06.30-08.30 Jalan pagi: King George V Memorial Park, Harbour City, Victoria Harbour, TST Promenade, Garden of Stars, Kowloon Mosque, Kowloon Park
09.30-11.15 Otw Ngongping/Disney: Hotel-MTR Austin-Tung Chung MTR
09.30-11.15 Otw Ngongping/Disney: Hotel-MTR Austin-Tung Chung MTR
11.40-12.35 Naik bis 23 ke Ngong Ping
12.35-13.20 Ngong Ping Village: Po Lin Monastery, Tian Tan Budha
12.35-13.20 Ngong Ping Village: Po Lin Monastery, Tian Tan Budha
13.20-14.00 Ngong Ping Cable Car, Crystal Cabin
14.00-14.20 Citygate Outlet
14.30-21.00 Disneyland
21.30-22.30 Ladies Market + Fayuen Street (sneaker street)
Catatan:
Catatan:
- Ngong Ping buka 10.00-18.00. Naik MTR dari Austin,
ganti jalur di Nam Cheong, lanjut Tung Chung
- Ke Ngong Ping naik bis No 23 di terminal dekat MTR
Tung Chung, + 60 menit perjalanan.
- Ladies Market, MTR Mongkok Station, Exit E2, jalan ke Tung Choi
Street.
- Fa Yuen Street, sebelahan dengan Ladies Market
10.30-11.30 Chek out West Hotel, chek in Comfort Hostel di Causeway Bay
12.00-12.30 Otw Ocean Park: MTR ke Admiralty
12.35-13.00 Naik Bis 629 dari Admiralty ke Ocean Park
13.00-18.15 Ocean Park
18.15-19.20 Balik hotel, istirahat sebentar
20.00-22.30 Eksplor Causeway Bay + Makan malam di Sedap Gurih
Catatan:
Catatan:
- Ocean Park buka 10.00-18.00. Naik bus
khusus no 629 di Admiralty MTR exit B, berhenti depan OP
Sabtu, 30 April 2016
(Tujuan: Shen Zhen: SEG Electronic,
09.45-10.30 Causeway bay + Tram ding-ding
10.30-11.30 Dimsum halal Islamic Centre Canteen Masjid Ammar
10.30-11.30 Dimsum halal Islamic Centre Canteen Masjid Ammar
12.00-12.45 Otw Shen Zhen: MTR Causeway Bay-Admiralty-TST-East TST- Hung Hom
12.50-13.35 MTR Hung Hom - Lowu
13.40-14.35 Imigrasi + urus VOA / visa Shenzhen
15.00-18.00 SEG Electronic Market di Hua Qiang Bei
18.00-21.45 Dongmen Pedestrian Street / Pasar Dongmen
22.15-23.30 MTR Lowu-Hung Hom-East TST-TST-Admiralty-Causeway Bay (Hotel)
Catatan:
- Dimsum halal: Naik tram ding-ding turun di halte 47E
Catatan:
- Dimsum halal: Naik tram ding-ding turun di halte 47E
- Shen Zhen, dari Luo Hu naik metro Line 1 ke Hu Qiang Road (SEG Electronic
Market)
- Pasar Dong Men turun di Lao Jie Station
- Pasar Dong Men turun di Lao Jie Station
(Tujuan: Victoria Park, Macau: Senado, Ruins St
Paul, Venetian, City of Dreams, MGM, Wynn, Grand Lisboa)
08.00-10.00 Victoria Park
12.00-13.00 Chek out hotel, MTR ke Seung Wan Macau Ferry Terminal
13.20-14.35 Ferry turbo jet ke Macau
15.00-17.00 Bis ke Ponte 16, Check in hotel 5Footway.inn + istirahat
15.00-17.00 Bis ke Ponte 16, Check in hotel 5Footway.inn + istirahat
17.00-19.30 Senado Square + Ruins St. Paul
19.30-21.00 Grand Lisboa, Wynn Hotel, Aquarium MGM Hotel
21.20-23.15 Venetian Resort
Catatan:
- HK Macau Ferry Terminal: 3/F Shun Tak Centre, Sheung Wan MTR Station
- Refund Octopus Card di Sheung Wan MTR Station
- Naik shuttle bus Sofitel Hotel dari terminal fery (gratis), jalan kaki dikit ke hotel 5footway.inn
Catatan:
- HK Macau Ferry Terminal: 3/F Shun Tak Centre, Sheung Wan MTR Station
- Refund Octopus Card di Sheung Wan MTR Station
- Naik shuttle bus Sofitel Hotel dari terminal fery (gratis), jalan kaki dikit ke hotel 5footway.inn
(Tujuan: Macau Airport, Twin Towers KLCC, Bukit Bintang, Jl Alor)
09.00-09.40 Chek out hotel, taksi ke Macau Airport
10.45-14.30 Flight Macau - Kuala Lumpur
15.40-16.50 Naik Skybus ke KL Sentral, (lanjut taksi ke KLCC)
17.15-18.00 Twin Towers KLCC
18.00-20.00 Bukit Bintang, dan makan malam di Jl. Alor
20.30-21.05 KLIA Ekspres: KL Sentral - KLIA2
22.20-23.25 Flight Kuala Lumpur - Jakarta
Itinerary di atas adalah realisasinya. Tentu saja ada atau (gak) banyak yang meleset dari itinerary sebenarnya yang sudah disusun. Beberapa harus dikorbanin, dicoret dari jadwal kunjungan. Seperti Symphony of Lights di Hong Kong yang harus dilewatin. Begitu juga Aberdeen atau Stanley Beach/Market, Mid Level dengan SOHOnya. Atau berkurangnya durasi menikmati atau jalan-jalan di satu tempat.
Namanya juga bawa anak, dan memang tujuan utamanya buat riang senang, jadi kami memang gak banyak maksain detil itinerary. Termasuk niat bangun dan berangkat pagi yang kenyataannya selalu kesiangan. Ini saja sudah lumayan pegel, karena banyak jalan kakinya --plus sesekali gantian gendong Keano-- lumayan hitung-hitung olah raga. Untungnya cuaca selalu mendukung. Hanya pas di Ngong Ping yang kehujanan. Itu pun gak lama. Dan juga karena bukan peak season, jadi antrean wahana atau atraksi gak menggila. Walaupun sebenarnya masih penuh, gak kosong juga.
Alhamdulillah dari berangkat sampai pulang berjalan sukses dan sehat semua. Persediaan obat atau P3K relatif masih utuh. Hanya plester --buat kaki yang sedikit lecet-- dan tolak angin cair saja yang dipakai. Eh lupa, minyak beruang juga buat oles dan pijat kaki yang pegel.
Akhir kata, terima kasih buat pihak-pihak yang sudah membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam rangkaian ultah Lana Keano ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata dan bolos-bolos sekolahnya. Tahun depan ke mana lagi ya...
Akhir kata, terima kasih buat pihak-pihak yang sudah membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam rangkaian ultah Lana Keano ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata dan bolos-bolos sekolahnya. Tahun depan ke mana lagi ya...
Bersambung...



































